BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini perkembangan teknologi
informasi telah mempengaruhi seluruh bidang kehidupan umat manusia. Teknologi sekarang
ini telah masuk ke dalam berbagai banyak bidang hingga sedemikian jauh,
sampai-sampai tidak ada satupun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak
memanfaatkan perangkat teknologi informasi.
Di bidang Industri, teknologi ini
sangat membantu dalam pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan,
penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Tercakup dalam definisi
teknologi tersebut adalah semua perangkat keras, perangkat lunak,
kandungan isi dan infrastruktur komputer maupun (tele)komunikasinya. Ia tidak
terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem
informasi, perangkat keras, bahasa program, atau data konstruksi. Beberapa
tugas yang TI lakukan dalam bidang Industri termasuk didalamnya manajemen data,
jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, database, desain perangkat lunak,
serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan.
1.2 Rumusan
Makalah
Masalah yang akan dibahas dalam
makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Pengertian
tentang teknologi informasi di bidang industry.
2. Fungsi teknologi informasi di bidang
industri.
3. Pengaruh teknologi informasi di bidang
industry.
1.3 Tujuan
Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini
adalah :
1. Mengetahui lebih lanjut tentang teknologi
informasi dan komunikasi di bidang industri.
2. Menganalisa teknologi informasi dalam bidang industri.
1.4 Manfaat
Penulisan
Dalam manfaat penulisan ini penulis
berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pribadi dan para pembaca
makalah ini, khusus nya bagi yang ingin mengetahui tentang
teknologi informasi dan komunikasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK)
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah payung besar
terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan
menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan
teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal
yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan
pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah
segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan
mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu,
teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak
terpisahkan.
Jadi, Teknologi Informasi dan
Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah
TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat
keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad
ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang
teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai
perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
2.2 Pengertian Industri
Dalam kamus Bahasa Indonesia,
Industri adalah kerajinan; usaha produk barang; perusahan. Jadi definisi dari Industri
adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah
jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk
mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi
adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi
juga dalam bentuk jasa.
Industri berawal dari pekerjaan tukang atau juru. Sesudah
mata pencaharian hidup berpindah-pindah sebagai pemetik hasil bumi, pemburu,
dan nelayan di zaman purba, manusia tinggal menetap, membangun rumah, dan
mengolah tanah dengan bertani, dan berkebun serta beternak. Kebutuhan mereka
berkembang misalnya untuk mendapatkan alat pemetik hasil bumi, alat berburu,
alat menangkap ikan, alat bertani, berkebun, alat untuk menambang sesuatu,
bahkan alat untuk berperang serta alat-alat rumah tangga. Para tukang, dan juru
timbul sebagai sumber alat-alat, dan barang-barang yang diperlukan itu. Dari
situ mulailah berkembang kerajinan, dan pertukangan yang menghasilkan
barang-barang kebutuhan. Untuk menjadi pengrajin, dan tukang yang baik diadakan
pola pendidikan magang, dan untuk menjaga mutu hasil kerajinan, dan pertukangan
di Eropa dibentuk berbagai gilda (perhimpunan tukang, dan juru sebagai cikal
bakal berbagai asosiasi sekarang).
Pertambangan besi, dan baja
mengalami kemajuan pesat pada abad pertengahan. Selanjutnya pertambangan bahan
bakar seperti batubara, minyak bumi, dan gas maju pesat pula. Kedua hal itu
memacu kemajuan teknologi permesinan, dimulai dengan penemuan mesin uap yang
selanjutnya membuka jalan pada pembuatan, dan perdagangan barang secara
besar-besaran, dan massal pada akhir abad 18, dan awal abad 19. Mulanya timbul
pabrik-pabrik tekstil (Lille, dan Manchester) dan kereta api, lalu industri
baja (Essen) dan galangan kapal, pabrik mobil (Detroit), pabrik alumunium. Dari
kebutuhan akan pewarnaan dalam pabrik-pabrik tekstil berkembang industri kimia,
dan farmasi. Terjadilah Revolusi Industri.
Sejak itu gelombang industrialisasi berupa pendirian
pabrik-pabrik produksi barang secara massal, pemanfaatan tenaga buruh, dengan
cepat melanda seluruh dunia, berbenturan dengan upaya tradisional di bidang
pertanian (agrikultur). Sejak itu timbul berbagai penggolongan ragam industri.
2.3 Penerapan
Teknologi Informasi Dalam Bidang Industri
Teknologi Informasi adalah sebuah
dunia yang selalu dinamis dan mudah berubah, yang sekarang ini menjadi trend
tetapi belum tentu menjadi trend pada masa yang akan datang. Beberapa tahun
lalu, para progammer Indonesia mungkin masih menggunakan Visual Basic, Delphi,
Vicual C++ dan berbagai bahasa program lain yang menggunakan orientasi objek,
namun saat ini pemograman sudah beralih ke pemograman berbasis internet.
Perubahan yang pesat dalam dunia teknologi Informasi turut membawa pengaruh
yang besar pada bidang-bidang yang diimplementasikan, termasuk dunia industri.
Penerapan teknologi informasi dalam
bidang indrustri sekarang ini telah meluas dipergunakan karena memungkinkan
proses produksi didalam industri lebih efisien dan lebih efektif. Didalam proses
produksi, komputer dapat digunakan untuk pengawasan numeric (numerical control)
atau untuk pengawasan proses (process control). Pengawasan numeric (numerikcal
control) berarti pengawasan secara otomatis terhadap posisi dan operasi dari
mesin-mesin yang dipergunakan, seperti misalnya mesin pemotong, grenda, mesin
pres dan lain sebagainya sistem pengawasan numeric ini dilakukan dengan data
numeric. Sstem komputer mengerjakan intruksi dan mengatur hasil kerja mesin
sesuai dengan data yang dimasukkan. Dengan dipergunakannya komputer untuk
pengawasan tersebut, hasil kerja dari mesin akan lebih memuaskan dan mengurangi
kesalahan. Dari beberapa bahasa komputer yang dipergunakan membuat
program untuk mengatur komputer pengawasan numeric, diantaranya APT(Automatically
programmed Tools).
Pengawasan proses (process control)
berarti menyediakan otomatisasi didalam operasi proses yang kontinyu. Komputer
untuk pengawasan proses digunakan pada indrustri untuk membuat otomatis proses
produksi dan untuk mengatur secara otomatis variable-variabel yang mempengaruhi
proses produksi tersebut yang sulit dilakukan oleh manusia yang serentak.
Faktor-faktor variabel yang mempengaruhi proses produksi dapat berupa waktu
pengolahan, berat bahan, tekanan, temperatur, ukuran, volume dan sebagainya.
Komputer ini banyak dipergunakan pada proses produksi baja, penyulingan minyak,
produksi kertas, bahan-bahan kimia, semen, makanan dan lain-lainnya.
2.4 Pemanfaatan
Teknologi Komputer
Penggunaan teknologi komputer pada
bidang industri sudah banyak diterapkan oleh banyak perusahaan untuk memudahkan
proses. Dalam proses produksi komputer dapat digunakan untuk pengawasan numeric
(numeric control) atau
pengawasan proses (process control).Digunakan untuk mengendalikan mesin-mesin
produksi dengan ketepatan tinggi misalnya Komputer Aided Manufacture (CAM),
Komputer Aided Design (CAD) dan Komputer Integrated Manufacture(CIM).
2.5 Numerical
Control
Numeric control adalah suatu mesin
yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (data perintah dengan kode angka, huruf dan simbol). Numeric control merupakan
sistem otomatisasi mesin perkakas yang dioperasikan oleh perintah yang diprogram secara abstrak dan disimpan
dimedia penyimpanan.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari Numeric Control
:
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
|
1. Meningkatkan
produktivitas
2. Keakuratan
lebih besar
3. Mengurangi
kebutuhan pemerikasaan
|
1. Modal
yang ditanamkan mengalami peningkatan
2. Usaha
Pemeliharaan lebih tinggi
3. Dibutuhkan
tenaga ahli untuk memprogram
|
2.6 Process Control
Process Control (Kontrol Proses)
adalah statistik dan disiplin teknik yang berhubungan dengan arsitektur, mekanisme dan algoritma untuk menjaga
output dari proses tertentu dalam kisaran yang diinginkan. Pengendalian proses
secara luas digunakan dalam industri dan memungkinkan produksi massal dari
proses yang terus menerus seperti penyulingan minyak, pembuatan kertas, bahan
kimia, pembangkit listrik dan industri lainnya. Kontrol proses memungkinkan
otomatisasi, dengan yang sedikit staf personil operasi dapat mengoperasikan
proses yang kompleks dari ruang kontrol pusat
Berikut adalah jenis-jenis dari Kontrol Proses :
1. Diskrit - Ditemukan di
banyak, gerak manufaktur dan aplikasi kemasan. Perakitan robot, seperti yang
ditemukan dalam produksi otomotif, dapat dikarakteristikkan sebagai
pengendalian proses diskrit. Manufaktur yang paling diskrit melibatkan produksi
potongan diskrit produk, seperti stamping.
2. Batch - Beberapa aplikasi mengharuskan
jumlah tertentu bahan baku dikombinasikan dengan cara tertentu untuk jangka waktu tertentu untuk
menghasilkan hasil tengah atau akhir.
3. Kontinyu - Seringkali, sistem
fisik direpresentasikan melalui variabel yang halus dan tidak terputus pada
waktunya. Kontrol suhu air di jaket pemanas, misalnya, adalah contoh dari
kontrol proses yang
berkesinambungan.
2.7
Computer Aided Manufacture
Komputer Aided Manufacture (CAM)
adalah penggunaan komputer untuk membantu dalam semua operasi dari pabrik,
termasuk perencanaan, manajemen transportasi, dan penyimpanan.Tujuan utamanya adalah untuk membuat proses
produksi yang lebih cepat serta komponen dan perkakas dengan dimensi yang lebih
tepat dan konsistensi material, yang dalam beberapa kasus, hanya menggunakan
jumlah yang diperlukan bahan baku (sehingga meminimalkan limbah), sekaligus mengurangi konsumsi energi.
·
Termasuk pada jenis alat untuk
otomasi manufaktur yang digunakan pada lantai produksi.
·
Aplikasi industri : Robot.
·
Software : MasterCAM
2.8 Computer
Aided Design
Komputer Aided Design (CAD) adalah
penggunaan sistem komputer untuk membantu dalam penciptaan, modifikasi,
analisis, atau optimasi daridesain.CAD digunakan untuk meningkatkan
produktivitas desainer, meningkatkan kualitas desain, meningkatkan komunikasi
melalui dokumentasi, dan untuk membuat database untuk manufaktur.
·
Berfungsi sebagai meja gambar
elektronik untuk para perancang dan juru gambar .
·
Aplikasi industri : Penerbangan ,
dan Mobil.
·
Software : Adobe Photoshop,
CorelDraw, AutoCAD
2.9
Computer Integrated Manufacture
Komputer Integrated Manufacture
(CIM) adalah pendekatan pembuatan menggunakan komputer untuk mengontrol seluruh
proses produksi. Integrasi ini memungkinkan proses individu untuk bertukar informasi dengan satu sama
lain dan melakukan tindakan. Melalui integrasi komputer, manufaktur dapat lebih
cepat dan mengurangi kesalahan, meskipun keuntungan utama adalah kemampuan
untuk menciptakan proses manufaktur otomatis.
Berfungsi memadukan dan mengkoordinasikan perancang,
manufaktur dan manajemen berbasis komputer (SIM = Sistem Informasi Manajemen).
2.10
Pengaruh Teknologi Informasi Pada Industri
Perkembangan teknologi informasi
membawa perubahan yang signifikan dalam dunia bisnis, Penggunaan teknologi
informasi di lingkungan usaha sudah menjadi kebutuhan bagi setiap perusahaan
untuk mencapai efisiensi dan efektifitas perusahaan. Berdasarkan tujuan dari
penerapan teknologi informasi tersebut maka berbagai bentuk aplikasi teknologi
informasi yang tersedia dimanfaatkan, antara lain aplikasi perkantoran
(pengolah data, perhitungan, pengolah grafis), sistem pendukung keputusan,
sistem informasi manajemen, dan lain-lain.
Penerapan teknologi baru dalam suatu
perusahaan akan berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan. Banyak
perusahaan yang secara teknis berhasil menerapkan penggunaan teknologi
informasi dalam operasi perusahaannya. Teknologi tersebut menyebabkan
perusahaan tersebut dapat mengolah data dengan cepat, tepat dan akurat. Semua
informasi yang dibutuhkan dapat disediakan dengan cepat dan menarik.
Pemanfaatan dari teknologi industri tergantung dari berbagai aspek. Pada aspek
penerapan teknologi informasi dan komunikasi, Indonesia relatif tertinggal
dibandingkan dengan negara lain. Ketertinggalan teknologi itu sendiri bisa
dilihat dari ketersediaan infrastruktur teknologi informasi, jumlah komputer
yang dimiliki perusahaan, atau akses internet. Perusahaan yang menggunakan
teknologi informasi identik dengan perusahaan berskala besar
Gb.1 Penerapan CAD/CAM di lingkungan industri
Bidang Industri Rekaman Bahwa untuk menghasilkan suara yang
bagus perlu pengaturan perekam dan modifikasi suara dengan media komputer,
serta mencetak lagu-lagunyapun di bantu dengan system komputer. Untuk mencetak
album kedalam VCD atau DVD perlu bantuan pogram komputer untuk memproses
pemburningan atau pembakaran CD sehingga bisa merekam suara dengan kualitas
sangat tinggi. Bidang Industri Perfilman Semua efek-efek di dunia akting ,
animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik
yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan
animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer. Sebagai contoh film-film
Hollywood berjudul TITANIC itu sebenarnya tambahan animasi untuk menggambarkan
kapal raksasa ya Industri Elektronik Dengan tenaga robot yang sudah di program
sedemikian rupa, industri elektronik mampu merakit komponen elektronik dengan
cepat dan efisien sehingga menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual yang
tinggi berkat bantuan koputer. Bidang Industri Otomotif Proses perencanaan
sebuah produk baru melalui program desain, seperti Computer Aided Design (CAD).
Gunanya, agar produk yang diinginkan dapat dirancang secara cepat, mudah, dan
memiliki ketepatan tinggi. Sebagai contoh, untuk menggambar bentuk desain mobil
dibutuhkan waktu yang lama dan relatif sulit apabila dilakukan secara manual.
Akan tetapi, dengan program CAD (misalnya, AutoCad) semua itu dapat teratasi.
Bahkan, program ini dapat menggambarkan bentuk nyata sebuah desain mobil
dilihat dari berbagai sudut (3 dimensi). Bahkan, ujicoba ketahanan kendaraan
dapat dilakukan dan di simulasikan dengan komputer. Tugas-tugas ini akan
membutuhkan jumlah pekerja yang sangat banyak jika dilakukan tanpa bantuin
sistem komputer terintegrasi. Selain itu, dengan perancangan yang sudah
berbentuk digital maka sangat mudah dan cepat untuk di distribusikan ke seluruh
pusat produksi yang akhirnya berdampak pada kecepatan produksi itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil penulisan yang telah
dilakukan dapat dipahami dan diketahui tentang penerapan teknologi informasi di
bidang industri. Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari
pengamatan dan penulisan ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Penerapan teknologi informasi dalam bidang
indrustri dapat dilihat dari pemanfaatan teknologi komputer pada proses
produksi. Beberapa contohnya adalah penggunaan Numerical Control, Process
Control, Computer Aided Manufacture, Computer Aided Design dan Computer
Integrated Manufacture.
2. Penggunaan teknologi informasi pada
industri selain untuk membantu kinerja produksi juga dapat membantu untuk
mencapai efisiensi dan efektifitas perusahaan. Sehingga, Penerapan teknologi
baru dalam suatu perusahaan akan berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan.
3.2 Saran
Adapun saran dari hasil Penulisan
Ilmiah yang penulis lakukan, adalah sebagai berikut :
1.
Lebih
diperhatikan lagi perkembangan teknologi pada industri-industri terutama di
Indonesia agar dapat memajukan sektor ekonomi bangsa dan tidak tertinggal oleh
negara lain.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Abdul
Kadir-Terra CH. Triwahyuni, Pengenalan Teknologi Informasi, Yogyakarta:
ANDI, 2003.
[2] http://haidaralawy.blogspot.com/2012/06/penerapan-komputer-dalam-bidang.html
[3] https://id.wikipedia.org/wiki/CNC